BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sebelum membicarakan secara
lebih mendalam mengenai kelompok sosial, organisasi, dan komunitas akan lebih
baik apabila mengetahui terlebih dahulu definisi dari kelompok social,
organisasi, dan komunitas. kelompok sosial merupakan sekumpulan manusia yang
salin berinteraksi dan saling menyadari kepentingan antara sesama anggota. Komunitas adalah kelompok sosial
yang berasal dari beberapa organisme yang saling berinteraksi di dalam daerah
tertentu dan saling bebagi lingkungan. Biasanya mempunyai ketertarikan dan
habitat yang sama. Organisasi adalah suatu bentuk sistem terbuka dari aktivitas
yang dikoordinasi oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama.
1.2 Rumusan Masalah
1. Definisi
dan Pengertian Organisme
2. Definisi dan Pengertian Komunitas
3. Definisi
dan Pengertian Kelompok sosial
4. Perbedaan
dan Persamaan Organisme, komunita, kelompok sosial
5. Contoh
- Contoh Prilaku Organisme, komunita, kelompok sosial dalam kehidupan sehari
–hari
1.3
Tujuan Penulisan
1. Memenuhi
tugas mata kuliah Pengantar Sosiologi.
2. Memahami
definisi dan pengertian Organisme, komunita, kelompok sosial.
3. Mengetahui
Perbedaan dan Persamaan Organisme, komunita, kelompok sosial.
BAB
2
PEMBAHASAN
2.1 Definisi dan Pengertian Organisme
Ø
Berbagai Macam Pengertian Organisasi
Organisasi secara etimologi berasal dari
bahasa latin organizare, kemudian (inggris) organize yang berarti membentuk
suatu kebulatan dari bagian-bagian yang berkaitan satu sama lainnya.
Organisasi adalah bentuk formal dari sekelompok manusia dengan tujuan individualnya masing-masing (gaji, kepuasan kerja, dll) yang bekerjasama dalam suatu proses tertentu untuk mencapai tujuan bersama (tujuan organisasi). Agar tujuan organisasi dan tujuan individu dapat tercapai secara selaras dan harmonis maka diperlukan kerjasama dan usaha yang sungguh-sungguh dari kedua belah pihak (pengurus organisasi dan anggota organisasi) untuk bersama-sama berusaha saling memenuhi kewajiban masing-masing secara bertanggung jawab, sehingga pada saat masing-masing mendapatkan haknya dapat memenuhi rasa keadilan baik bagi anggota organisasi/pegawai maupun bagi pengurus organisasi pejabat yang berwenang.
Organisasi adalah penyusunan dan pengaturan bagian-bagian
hingga menjadi suatu kesatuan, sususan dan aturan dari berbagai bagian sehingga
merupakan kesatuan yang teratur, gabungan kerja sama (untuk mencapai tujuan
tertentu).Kamus modern bahasa Indonesia M. dahlan Al Barry
v Pengertian Organisasi (didapat dari buku) :
1. Organisasi adalah susunan dan aturan dari berbagai-bagai bagian (orang dsb), sehingga merupakan kesatuan yang teratur. (W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum
Bahasa Indonesia)
2. Organisasi adalah sistem sosial yang memiliki identitas kolektif yang tegas, daftar anggota yang terperinci, program kegiatan yang jelas, dan prosedur pergantian anggota. (Janu Murdiyamoko dan Citra Handayani, Sosiologi untuk SMU Kelas I)
1. Organisasi adalah susunan dan aturan dari berbagai-bagai bagian (orang dsb), sehingga merupakan kesatuan yang teratur. (W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum
Bahasa Indonesia)
2. Organisasi adalah sistem sosial yang memiliki identitas kolektif yang tegas, daftar anggota yang terperinci, program kegiatan yang jelas, dan prosedur pergantian anggota. (Janu Murdiyamoko dan Citra Handayani, Sosiologi untuk SMU Kelas I)
Ø
Pengertian Organisasi Menurut Para Ahli
Pengertian Organisasi merupakan sekumpulan orang – orang yang di susun dalam
kelompok – kelompok, yang berkerjasama untuk mencapai tujuan bersama,
Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau Organisasi
adalah setiap bentuk kerjasama untuk struktur pembagian kerja dan struktur tata
hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara
tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan
1. Organisasi
Menurut Stoner, Organisasi
adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah
pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
2. Organisasi
Menurut James D. Mooney, Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan
manusia untuk mencapai tujuan bersama.
3. Organisasi
Menurut Chester I. Bernard, Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas
kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
4. Dimok (1996:26): “organisasi adalah perpaduan secara
sistematika dari bagian-bagian yang saling bergantung atau berkaitan untuk
membentuk satu kesatuan yang bulat melalui kewenangan, koordinasi dan
pengawasan dalam rangka usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan”.
5. Adapun menurut Sondang
siagian (1997:26) cenderung menelaah orgnisasi dari sudut pandang yang berbeda
yaitu organisasi ditelaah dengan pendekatan structural dan organisasi ditelaah
dari sudut pandang keprilakuan. Pendekatan yang sifatnya struktural menyoroti
organisasi sebagai tempat atau wadah, hal ini berarti
6. Menurut Stephen P. Robbins,
dalam bukunya Organization Theory, Organisasi adalah suatu kesatuan sosial yang
dikoordinasikan secara sadar dengan batas yang relative dapat ditentukan, dan
berfungsi secara berkesinambungan untuk mencapai tujuan bersama. Definisi ini
mengandung beberapa usur, Yaitu:
Ø Kesatuan sosial, berarti
bahwa organisasi itu terdiri dari kelompok manusia yang tentunya berinteraksi
satu sama lain.
Ø Koordinasi secara sadar,
berarti bahwa interaksi manusia itu diatur sehingga merupakan kesatuan yang
berjalan kea rah tertentu.
Ø Batas tertentu, berarti
bahwa organisasi membedakan antara anggota (nagian organisasi) dan bukan
anggota (bukan bagian dari organisasi).
Ø Kesinambunbgan, berarti
gbahwa organisasi dibentuk untuk waktu yang tidak terbatas, sehingga merupakan
usaha yang berjalan (going concern)
Ø Tujuan bersama, bersama
bahwa organisasi di bentuk untuk mencapai se suatu yang tidak bias di capai
oleh para anggotanya secara individual.
7. Definisi serupa di berikan
oleh David R. Hampton dalam bukunya Management, bahwa organisasi adalah suatu
pengelompokan manusia yang relative bertahan lama dalam suatu system yang
terstruktur dan berkembang di mana usaha-usahanya yang terkoordinir di maksudkan
untuk mencapai tujuan dalam lingkungan yang dinamis. Definisi inimengandung
tiga unsur pokok :
·
Kolektivitas
manusia dengan pengaturan yang bekelanjutan dalam suatu system yang memiliki
struktur tertentu
·
Koordinasi
usaha dengan orientasi tujuan, yang membedakannya dari kelompok lain, seperti
keramaian , keluarga.
·
Interaksi
dengan lingkungan dalam arti organissi mempengaruhi lingkungan, dan
lingkungan mempengaruhi organisasi.
Ø Organisasi Dibagi menjadi
Dua yaitu :
·
Organisasi Formal, Organisasi Formal Adalah kumpulan dari dua
orang atau lebih yang meningkatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara
sadar, serta dengan hubungan kerja yang rasional. Contoh: Sekolah,
Negara, Dll.
- Organisasi
Informal, Organisasi informal adalah
kumpulan dari dua orang atau lebih yang terlibat pada suatu aktifitas
serta tujuan bersama yang tidak disadari. Contoh: Arisan ibu-ibu, Belajar
bersama
Secara umum organisasi merupakan salah satu
sarana untuk mencapai tujuan perusahaan melalui pelaksanaan fungsi-fungsi
manajemen yang dilakukan seorang pemimpin dengan organisasi yang tercipta
diperusahaan yang bersangkutan. Jadi keberhasilan perusahaan tergantung pada
organisasi terutama struktur organisasi yang dianut.
Kebutuhan perusahaan akan penting nya peranan
organisasi akan di sesuaikan dengan seberapa besar anggota perusahaannya.Karena
semakin sedikit anggota perusahaan semakin sederhana fungsi-fungsi
pengorganisasian yang dilakukan.Demikian juga kalau perusahaan yang mula-mula
anggotanya sedikit kemudian berkembang sehingga jumlah anggota terus bertambah
semakin banyak maka kebutuhan organisasi semakin besar.
Dari
Definisi Di Atas Disimpulkan Bahwa Organisasi Mencakup 3 Elemen Pokok :
·
Interaksi manusia
·
Kegiatan yang mengarah pada tujuan
·
Struktur organisasi it sendiri
Macam
Macam Bagan Struktur Organisasi
Di
suatu organisasi tentu harus ada sebuah bagan struktur yang berfungsi
menjelaskan penusunan posisi atau seseorang dalam sutu organisasi. Berikut
adalah contoh dari gambar Bagan yang biasa perusahaan-perusahaan pakai pada
umumnya yaitu:
a.
Bagan Horizontal
Mengapa
bagan tersebut di katakan horizontal karena pada bagan tersebut jika semakin
banyak jabatan-jabatan yang di buat dalam perusahaan tersebut maka bagan ini
akan semakin luas menyamping. Bagan Struktur Organisasi Berbentuk Horizontal
b.
Bagan Vertikal
Bagan
vertikal adalah kebalikan dari bagan Horizontal. Bagan Vertikal pada umumnya
bagan ini jika dalam perusahaan banyak sekali jabatan atau kepala-kepala bagian
dari masing-masing divisi maka bagan ini akan semakin panjang ke bawah. Bagan
Struktur Organisasi Berbentuk Vertikal
c.
Bagan Lingkaran
Kenapa
bagan ini berbentuk lingkaran karna mungkin dalam suatu perusahaan memang
sangat memiliki perbedaan tersendiri dalam menyusun bagian-bagian dari
perusahaan itu tersebut oleh karena itu banyak sekali model bagan yang
terbentuk. pada model bagan ini jika setiap penambahan anggota maka bagan ini
akan bertambah diameternya dan semakin membesar. Bagan Struktur Organisasi
Berbentuk Lingkaran
d.
Bagan Piramid
Bagan
ini sangat mudah digunakan karna bentuknya seperti Piramid yang menempatkan
bagian-bagian dalam perusahaan yang paling tertinggi di letakan pada bagian TOP
dan untuk karyawan di letakan MID dan untuk Office Boy di letakan pada Bagian
LOWER. Bagan Piramid.
Ø Berikut contoh bagan yang mengunakan bagan berbentuk
vertikal :
- Direktur Utama Tugasnya
adalah jabatan yang ditunjuk dan memberi laporan kepada dewan direksi
Board Of Director (BOD) dan Memimpin seluruh dewan atau komite eksekutif
menawarkan visi dan imajinasi di tingkat tertinggi
- Wakil dari direktur utama
tugasnya adalah membantu direktur utama dalam menangani perusahaan
- Direktur Marketing dan Direktur
regional sales tugasnya adalah merencanakan , mengontrol dan mengkordinir
proses penjualan dan pemasaran bersama S dan M supervisior (S) untuk
mencapai target penjualan dan mengembangkan pasar secara efektif dan
efisien
- Direktur Network tugasnya
melakukan jaringan-jaringan pada sinyal
Ø MANAJEMEN DAN ORGANISASI
Manajemen
dapat diartikan sebagai ilmu dan seni tentang upaya untuk memanfaatkan
semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan secara efektif dan
efisien. Para ahli ekonomi umumnya mempunyai pengertian yang berbeda tentang
manajemen, berikut pengertian dengan demikian sebenarnya manajemen itu hampir
pasti selalu ada setiap kegiatan manusia sebab kita sebagai manusia akan selalu
berusaha berkumpul dan bekerja sama.
Manajemen
& Tata Kerja :
1. Manajemen, Perlunya ada proses
kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang
diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan
2. Tata kerja, Mengartikan bagaimana proses kegiatan itu
harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
Jadi,
untuk melaksanakan pekerjaan secara efisien mengenai suatu pekerjaan dengan
mempertimbangkan tenaga kerja, watu dan dapat dimanfaatkan dengan tepat agar
kegiatan tersebut dapat dilaksanakan dengan baik. Dengan tata kerja yang baik
dapat diartikan dalam proses pencapaian tujuan sudah dilakukan secara praktis.
Jadi hubungan antara manajemen dengan tata kerja ialah proses kegiatan dilaksanakan
sesuai dengan sumber-sumber serta waktu agar pelaksanaan kegiatan tercapai
tujuannya.
Manajemen,
Organisasi & Tata kerja
1. Manajemen: Proses kegiatan
pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia
2. Organisasi: Alat bagi
pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokan
3. Tata Kerja: Pola cara-cara
bagaimana kegiatan dan kerja sama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan
tercapai secara efisien
Unsur-unsur
Menuruth Keith Davis ada tiga
unsur penting partisipasi:- Unsur
pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu
keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya
keterlibatan secara jasmaniah.
- Unsur
kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha mencapai
tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang, kesukarelaan
untuk membantu kelompok.
- Unsur
ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan segi yang
menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini diakui sebagai anggota artinya
ada rasa “sense of belongingness”.
Ø Jenis-jenis
Keith Davis juga mengemukakan
jenis-jenis partisipasi, yaitu sebagai berikut:- Pikiran
(psychological participation)
- Tenaga
(physical partisipation)
- Pikiran
dan tenaga
- Keahlian
- Barang
- Uang
Ø Syarat-syarat
Agar
suatu partisipasi dalam organisasi dapat berjalan dengan efektif, membutuhkan
persyaratan-persyaratan yang mutlak yaitu .
- Waktu.
Untuk dapat berpatisipasi diperlukan waktu. Waktu yang dimaksudkan disini
adalah untuk memahamai pesan yang disampaikan oleh pemimpin. Pesan
tersebut mengandung informasi mengenai apa dan bagaimana serta mengapa
diperlukan peran serta .
- Bilamana
dalam kegiatan partisipasi ini diperlukan dana perangsang, hendaknya
dibatasi seperlunya agar tidak menimbulkan kesan “memanjakan”, yang akan
menimbulkan efek negative.
- Subyek
partisipasi hendaknya relevan atau berkaitan dengan organisasi di mana
individu yang bersangkutan itu tergabung atau sesuatau yang menjadi
perhatiannnya.
- Partisipasi
harus memiliki kemampuan untuk berpartisipasi, dalam arti kata yang
bersangkutan memiliki luas lingkup pemikiran dan pengalaman yang sama
dengan komunikator, dan kalupun belum ada, maka unsur-unsur itu
ditumbuhkan oleh komunikator.
- Partisipasi
harus memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi timbal balik, misalnya
menggunakan bahasa yang sama atau yang sama-sama dipahami, sehingga
tercipta pertukaran pikiran yang efektif atau berhasil.
- Para
pihak yang bersangkutan bebas di dalam melaksanakan peran serta tersebut
sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.
- Bila
partisipasi diadakan untuk menentukan suatu kegiatan hendaknya didasarkan
pada kebebasan dalam kelompok, artinya tidak dilakukan pemaksaan atau
penekanan yang dapat menimbulkan ketegangan atau gangguan dalam pikiran
atau jiwa pihak-pihak yang bersangkutan. Hal ini didasarkan pada prisnsip
bahwa partisipasi adalah bersifat persuasive.
2.2 Definisi dan Pengertian Komunitas
Ø Pengertian Komunitas
Komunitas adalah
sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya
memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam komunitas manusia,
individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya,
preferensi, kebutuhan, risiko dan sejumlah kondisi lain yang serupa. Komunitas
berasal dari bahasa Latin communitas yang berarti “kesamaan”, kemudian dapat
diturunkan dari communis yang berarti “sama, publik, dibagi oleh semua
atau banyak”. (Wenger, 2002: 4).
Komunitas juga merupakan satuan
sosial yang didasari oleh lokalitas, mempunyai ikatan solideritas yang kuat
antar anggotanya sebagai akibat kesamaan tempat tinggal, memiliki perasaan
membutuhkan satu sama lain, serta keyakinan tanah di mana tempat mereka tinggal
memberikan kehidupan kepada mereka (Community Sentiment). Unsur-unsur sentimen
komunitas terdiri dari: Unsur perasaan, unsur sepenanggungan dan unsur
memerlukan. Contoh, para tenaga kerja Indonesia yang kerja di negara asing,
para pelajar Indonesia yang sedang belajar di luar negeri
Di jaman sekarang ini banyak
sekali komunitas-komunitas atau organisasi yang dibentuk dengan maksud untuk
mencapai tujuan. Tujuan dibentuknya komunitas yaitu untuk dapat saling membantu
satu sama lain dalam menghasilkan sesuatu, sesuatu tersebut adalah tujuan yang
telah di tentukan sebelumnya. Bukan hanya di kehidupan dunia nyata saja
komunitas dapat di bentuk, tapi di jaman yang serba instan dan canggih ini kumunitas
dapat dibentuk di dunia maya atau internet dengan maksud yang sama yaitu untuk
mencapai tujuan. Komunitas dibentuk untuk mencapai target atau suatu tujuan
yang telah di sepakati sebelumnya sehingga komunitas yang terbentuk tetap pada
jalur yang telah di tetapkan agar tujuan dapat tercapai.
Ø Pengertian Komunitas Menurut Para Ahli
- George Hillery Jr
Komunitas
adalah sekumpulan orang yang hidup di satu wilayah dan memiliki ikatan untuk
melakukan interaksi satu sama lain
- Christensson dan Robinson
Menurut
kami, komunitas ialah orang-orang yang hidup di suatu darah yang secara
geografis itu terbatas, mereka melakukan komunikasi satu dengan yang lain dan
memiliki ikatan batin antar sesama yang tinggal disitu dan dengan wilayah
tempat tinggalnya tersebut
- Fairi
Komunitas
merupakan sebuah hasil dari berkumpulnya masayarakat dalam jumlah kecil dan
terlibat dalam tempat yang sudah ditentukan
- Vanina Delobelle
Komunitas
merupakan sarana berkumpulnya orang-orang yang memiliki kesamaan minat,
komunitas dibentuk berdasarkan 4 faktor yaitu:
- Keinginan untuk berbagi dan
berkomunikasi antar anggota sesuai dengan kesamaan minat
- Basecamp atau wilayah tempat
dimana mereka biasa berkumpul
- Berdasarkan kebiasaan dari
antar anggota yang selalu hadir
- Adanya orang yang mengambil keputusan
atau menentukan segala sesuatunya
·
Menurut Crow dan Allan, Komunitas
dapat terbagi menjadi 3 komponen:
Ø Berdasarkan Lokasi atau Tempat, Wilayah atau tempat sebuah
komunitas dapat dilihat sebagai tempat dimana sekumpulan orang mempunyai
sesuatu yang sama secara geografis. Dan saling mengenal satu sama lain sehingga
tercipta interaksi dan memberikan konstribusi bagi lingkungannya.
Ø Berdasarkan Minat, Sekelompok orang yang mendirikan suatu
komunitas karena mempunyai ketertarikan dan minat yang sama, misalnya agama,
pekerjaan, suku, ras, hobi maupun berdasarkan kelainan seksual. Komunitas
berdasarkan minat memiliki jumlah terbesar karena melingkupi berbagai aspek,
contoh komunitas pecinta animasi dapat berpartisipasi diberbagai kegiatan yang
berkaitan dengan animasi, seperti menggambar, mengkoleksi action figure maupun
film.
Ø Berdasarkan Komuni, dapat berarti ide dasar yang dapat
mendukung komunitas itu sendiri.
·
Menurut
Kertajaya Hermawan (2008), Komunitas adalah sekelompok orang
yang saling peduli satu sama lain lebih dari yang seharusnya, dimana dalam
sebuah komunitas terjadi relasi pribadi yang erat antar para anggota komunitas
tersebut karena adanya kesamaan interest atau values.
·
Menurut
Hendro Puspito, Kelompok sosial adalah suatu kumpulan nyata,
teratur dan tetap dari individu-individu yang melaksanakan peran-perannya
secara berkaitan guna mencapai tujuan bersama.
·
Menurut
Soenarno (2002), Komunitas adalah sebuah identifikasi dan
interaksi sosial yang dibangun dengan berbagai dimensi kebutuhan fungsional.
Menurut beberapa ahli diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa
komunitas adalah sekumpulan orang-orang yang punya tujuan sama dan ingin
berbagi satu sama lain. Seperti yang kita ketahui, di Indonesia terdapat
berbagai macam komunitas, misalnya: komunitas para pecinta alam, komunitas guru
sekolah, komunitas pecinta sepeda, komunitas penikmat kuliner dan lain-lain.
Komunitas dapat dibentuk begitu saja dengan mengumpulkan lebih dari dua orang
didalamnya dan aktif menjalakan kegiatan yang dicanangkan sebagai visi
terbentuknya komunitas tersebut.
Ø
Manfaat
komunitas :
·
Misalnya kita membentuk komunitas
bisnis, didalam komunitas kita akan mendapatkan info mengenai bisnis. Atau
contoh lainnya kita membentuk komunitas otomotif, disanapun kita akan
mendapatkan berbagai macam informasi mengenai otomotif.
- Dapat menjalankan program
dengan arah yang sama dan dapat saling memberikan informasi ter-update
satu sama-lain.
- Lalu dapat menjalin hubungan
yang baik dengan orang-orang yang memiliki pemikiran dan tujuan yang sama.
- Bisa mengetahui dan mewaspadai
terhadap program maupun tawaran yang sifatnya meniipu. Misalnya kita
menjalankan suatu bisnis di internet karena dunia maya dapat dijadikan
lahan bisnis, dan di sana juga banyak orang yang mencoba untuk melakukan
peniipuan. Dengan berkomunitas atau saling berinteraksi kita dapat saling
memperingati dan membagi pengalaman.
Perlu diketahui bahwa suatu komunitas tidak akan berjalan
dengan baik jika anggotanya tidak dapat mematuhi pada ketentuan-ketentuan
komunitas itu sendiri, dan tidak berinteraksi satu sama lain, jadi dalam
komunitas harus mematuhi ketentuan-ketentuan yang ada dan harus saling
berinteraksi.
Ø
Hal-hal yang
perlu di pertimbangkan dan diperhatikan dalam membentuk suatu komunitas.
·
Yang
pertama, harus mengumpulkan anggota yang
antusias serta benar-benar dapat diandalkan – karena yang namanya komunitas
harus ada anggotanya dan anggotanya harus dapat diandalkan untuk mencapai
tujuan.
·
Yang
kedua, Menentukan media yang sesuai dengan
tujuan yang akan dicapai – komunitas jaman sekarang tidak cukup dengan bertatap
muka saja, dengan menggunakan media bertatap muka tentunya membutuhkan tempat
dimana pertemuan dapat diadakan, jadi keterbatasan waktu dan ruang lingkup
serta perencanaan kegiatan membutuhkan banyak persiapan, disinilah gunanya
internet dengan menggunakan internet atau media sosial anggota komunitas dapat
saling berinteraksi seperti dengan membuat group, forum dan lain-lain sehingga
tujuan akan cepat tercapai.
·
Yang
ketiga, Merencanakan program-program serta
menyiapkan sumber daya – Tentunya membentuk suatu komunitas harus juga membuat
program, jangan hanya membuat komunitas atas dasar semangat dan kemauan saja.
Dengan program-program yang dibuat tujuan dari komunitas dapat dengan cepat
tercapainya dan jangan lupa sediakan juga sumber daya untuk mendukung program
tersebut.
2.3
Definisi dan
Pengertian Kelompok sosial
Ø
Pengertian Kelompok Sosial
Secara
sosiologis pengertian kelompok sosial adalah suatu kumpulan orang-orang yang
mempunyai hubungan dan saling berinteraksi satu sama lain dan dapat
mengakibatkan tumbuhnya perasaan bersama. Disamping itu terdapat beberapa
definisi dari para ahli mengenai kelompok sosial.
Kelompok
sosial adalah merupakan sekumpulan atau sekelompok orang yang ada di masyarakat
dan memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi satu
sama lain, serta biasanya memiliki suatu kesuakaan yang sama (hobbi, pekerjaan,
aktivitas, fans dsb). Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat. Kelompok
juga dapat mempengaruhi perilaku para anggotanya.
Ø Definisi Kelompok Menurut Para Ahli
:
·
Menurut Hendro Puspito – Kelompok
sosial adalah suatu kumpulan nyata, teratur & tetap dari individu-individu
yang melaksanakan peran-perannya secara berkaitan guna mencapai tujuan
bersama.kelompok sosial adalah sejumlah orang yang berhubungan secara teratur.
·
Menurut Abdul Syani, terbentuknya
suatu kelompok sosial karena adanya naluri manusia yang selalu ingin hidup
bersama dan saling berinteraksi. Manusia membutuhkan komunikasi dalam membentuk
kelompok, karena melalui komunikasi orang dapat mengadakan ikatan dan pengaruh
psikologis secara timbal balik.
·
Menurut Astrid Soesanto, kelompok
social adalah kesatuan dari dua atau lebih individu yang mengalami interaksi
psikologis satu sama lain
·
Menurut Paul B. Horton & Chaster
L. Hunt – Kelompok sosial adalah suatu kumpulan manusia yang memiliki kesadaran
akan keanggotaannya & saling berinteraksi.
·
Menurut
Soerjono Soekanto Kelompok sosial adalah himpunan atau
kesatuan-kesatuan yang hidup bersama karena adanya hubungan di antara mereka
secara timbal balik dan saling mempengaruhi. Kriteria himpunan manusia dapat
disebut kelompok sosial menurut Soerjono Soekanto: Setiap anggota kelompok
harus sadar bahwa dia merupakan sebagian dari kelompok yang bersangkutan. Ada
hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya. Ada
suatu faktor yang dimiliki bersama, sehingga hubungan antara mereka bertambah
erat, misalnya: nasib yang sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama,
ideologi politik yang sama, dan lain-lain. Berstruktur, berkaidah, dan
mempunyai pola perilaku. Bersistem dan berproses.
·
Menurut
Paul B. Horton & Chaster L. Hunt, Kelompok sosial adalah
suatu kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling
berinteraksi.
·
Menurut Josep S Roucek dan Roland
S Warren kelompok sosial adalah suatu kelompok yang meliputi dua atau lebih
manusia, yang diantara mereka terdapat beberapa pola interaksi yang dapat
dipahami oleh para anggotanya atau orang lain secara keseluruhan.
·
Menurut George Homans, Kelompok
sosial adalah kumpulan individu yang melakukan kegiatan, interaksi, dan
memiliki perasaan untuk membentuk suatu keseluruhan yang terorganisasi dan
berhubungan timbal balik.
·
Menurut Soejono Soekanto, suau
kelompok sosial memiliki beberapa ciri utama yang menunjukkan kelompok
tersebut, diantaranya :
1.
Setiap anggota harus saling
menyadari bahwa mereka adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kelompok.
2.
Adanya hubungan timbale balik antara
anggota kelompok.
3.
Adanya faktor yang mempererat
kebersamaan para anggotanya, semisal persamaan nasib.
4.
Memiliki sistem dan proses yang
jelas dan dijalankan anggota kelompok.
v
Faktor
Pendorong Timbulnya Kelompok Sosial
Pada proses pembentukan kelompok sosial pun demikian, ada faktor-faktor
tertentu yang mendorong manusia untuk membentuk dan bergabung dalam suatu
kelompok sosial tertentu. Adapun dorongan tersebut antara lain :
a.
Dorongan untuk mempertahankan hidup
Dengan
manusia membentuk atau bergabung dengan kelompok sosial yang telah ada, maka
secara tidak langsung manusia tersebut telah berusaha mampertahankan hidupnya,
karena kebutuhan hidupnya tidak mungkin akan terpenuhi dengan hidup
menyendiri. Selain itu dengan adanya kelompok sosial, hubungan manusia semakin
luas sehingga kemanapun ia pergi akan senantiasa merasa aman.
b.
Dorongan untuk meneruskan keturunan
Tidak
dapat dipungkiri bahwa semua makhluk hidup mempunyai sifat alamiah yang sama,
yakni meneruskan keturunan. Dengan kelompok sosial itulah seseorang akan
menemukan pasangannya masing-masing, sehingga dengan demikian dorongan untuk
meneruskan keturunan ini dapat tercapai
c.
Dorongan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja
Di
era modern seperti sekarang ini manusia dituntut untuk melakukan pekerjaan yang
efektif dan efisien dan memperoleh hasil kerja yang maksimal. Oleh sebab itu
dengan adanya kelompok sosial akan dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas
kerja. Misalnya pada kelompok formal, dengan adanya pembagian tugas yang jelas
maka pekerjaan yang dihasilkan akan dapat maksimal.
ke suatu tempat dan bertemu
dengan orang yang sama-sama merantau dan berasal dari daerah yang sama, maka
orang tersebut merasa ada ikatan batin, meskipun semula belum saling mengenal
ketika.
C. Faktor Pembentuk Kelompok Sosial
Bergabung
dengan sebuah kelompok merupakan sesuatu yang murni dari diri sendiri atau juga
secara kebetulan. Misalnya, seseorang terlahir dalam keluarga tertentu. Namun,
ada juga yang merupakan sebuah pilihan. Dua faktor utama yang tampaknya
mengarahkan pilihan tersebut adalah kedekatan dan kesamaan.
1)
Kedekatan
Kedekatan geografis tempat tinggal
Pengaruh
tingkat kedekatan, atau kedekatan geografis, terhadap keterlibatan seseorang
dalam sebuah kelompok tidak bisa diukur. Kita membentuk kelompok bermain dengan
orang-orang di sekitar kita. Kita bergabung dengan kelompok kegiatan sosial
lokal.
Kelompok
tersusun atas individu-individu yang saling berinteraksi. Semakin dekat jarak
geografis antara dua orang, semakin mungkin mereka saling melihat, berbicara,
dan bersosialisasi. Singkatnya, kedekatan fisik meningkatkan peluang interaksi
dan bentuk kegiatan bersama yang memungkinkan terbentuknya kelompok sosial.
Jadi, kedekatan menumbuhkan interaksi, yang memainkan peranan penting terhadap
terbentuknya kelompok pertemanan.
Kedekatan geografis daerah asal
Ketika seseorang merantaumasih di
daerah asal.
2)
Kesamaan
Pembentukan
kelompok sosial tidak hanya tergantung pada kedekatan fisik, tetapi juga
kesamaan di antara anggota-anggotanya. Sudah menjadi kebiasaan, orang lebih
suka berhubungan dengan orang yang memiliki kesamaan dengan dirinya. Kesamaan
yang dimaksud adalah kesamaan minat, kepercayaan, nilai, usia, tingkat
intelejensi, atau karakter-karakter personal lain.
Kesamaan
kesamaan yang dimaksud antara lain :
Kesamaan kepentingan
Dengan
adanya dasar utama adalah kesamaan kepentingan maka kelompok sosial ini akan
bekerja sama demi mencapai kepentingan yang sama tersebut.
Kesamaan keturunan
Sebuah kelompok sosial yang
terbentuk atas dasar persamaan keturunan biasanya orientasinya adalah untuk
menyambung tali persaudaraan, sehingga masing-masing anggotanya akan saling
berkomitmen untuk tetap aktif dalam kelompok sosial ini untuk menjaga tali persaudaraan
agar tidak terputus.
Kesamaan nasib
Dengan
kesamaan nasib/ pekerjaan/ profesi, maka akan terbentuk kelompok sosial yang
mewadahinya untuk meningkatkan taraf maupun kinerja masing-masing anggotanya.
D. Proses pembentukan Kelompok
Pada
dasarnya, pembentukan kelompok dapat diawali dengan adanya persepsi, perasaan
atau motivasi, dan tujuan yang sama dalam memenuhi kebutuhannya. Dalam proses
selanjutnya didasarkan adanya hal-hal berikut:
- Persepsi: Pembagian kelompok
didasarkan pada tingkat kemampuan intelegensi yang dilihat dari pencapaian
akademis. Misalnya terdapat satu atau lebih punya kemampuan intelektual,
atau yang lain memiliki kemampuan bahasa yang lebih baik. Dengan demikian
diharapkan anggota yang memiliki kelebihan tertentu bisa menginduksi
anggota lainnya.
- Motivasi: Pembagian kekuatan
yang berimbang akan memotivasi anggota kelompok untuk berkompetisi secara
sehat dalam mencapai tujuan kelompok. Perbedaan kemampuan yang ada pada
setiap kelompok juga akan memicu kompetisi internal secara sehat. Dengan
demikian dapat memicu anggota lain melalui transfer ilmu pengetahuan agar
bisa memotivasi diri unuk maju.
- Tujuan: Terbentuknya kelompok
karena memiliki tujuan untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas kelompok atau
individu.
- Organisasi: Pengorganisasian
dilakukan untuk mempermudah koordinasi dan proses kegiatan kelompok.
Dengan demikian masalah kelompok dapat diselesaikan secara lebih efesien
dan efektif.
- Independensi: Kebebasan
merupakan hal penting dalam dinamika kelompok. Kebebasan disini merupakan
kebebasan setiap anggota untuk menyampaikan ide, pendapat, serta ekspresi
selama kegiatan. Namun demikian kebebasan tetap berada dalam tata aturan
yang disepakati kelompok.
- Interaksi: Interaksi merupakan
syarat utama dalam dinamika kelompok, karena dengan interaksi akan ada
proses transfer ilmu dapat berjalan secara horizontal yang didasarkan atas
kebutuhan akan informasi tentang pengetahuan tersebut.
v
Macam-Macam
Kelompok Sosial
1.
Klasifikasi Tipe-tipe Kelompok Sosial
Menurut
Soerjono Soekanto dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam, yaitu:
a.
Berdasarkan besar kecilnya anggota kelompok
Menurut
George Simmel, besar kecilnya jumlah anggota kelompok akan memengaruhi
kelompok dan pola interaksi sosial dalam kelompok tersebut. Dalam
penelitiannya, Simmel memulai dari satu orang sebagai perhatian hubungan sosial
yang dinamakan monad. Kemudian monad dikembangkan menjadi dua
orang atau diad, dan tiga orang atau triad, dan kelompok-kelompok
kecil lainnya. Hasilnya semakin banyak jumlah anggota kelompoknya, pola
interaksinya juga berbeda.
b.
Berdasarkan derajat interaksi dalam kelompok
Derajat
interaksi ini juga dapat dilihat pada beberapa kelompok sosial yang berbeda.
Kelompok sosial seperti keluarga, rukun tetangga, masyarakat desa, akan
mempunyai kelompok yang anggotanya saling mengenal dengan baik (face-to-face
groupings). Hal ini berbeda dengan kelompok sosial seperti masyarakat kota,
perusahaan, atau negara, di mana anggota-anggotanya tidak mempunyai hubungan
erat.
c.
Berdasarkan kepentingan dan wilayah
Sebuah
masyarakat setempat (community) merupakan suatu kelompok sosial atas
dasar wilayah yang tidak mempunyai kepentingan-kepentingan tertentu. Sedangkan
asosiasi (association) adalah sebuah kelompok sosial yang dibentuk untuk
memenuhi kepentingan tertentu.
d.
Berdasarkan kelangsungan kepentingan
Adanya
kepentingan bersama merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terbentuknya
sebuah kelompok sosial. Suatu kerumunan misalnya, merupakan kelompok yang
keberadaannya hanya sebentar karena kepentingannya juga tidak berlangsung lama.
Namun, sebuah asosiasi mempunyai kepentingan yang tetap.
e.
Berdasarkan derajat organisasi
Kelompok
sosial terdiri atas kelompok-kelompok sosial yang terorganisasi dengan rapi
seperti negara, TNI, perusahaan dan sebagainya. Namun, ada kelompok sosial yang
hampir tidak terorganisasi dengan baik, seperti kerumunan.
Secara
umum tipe-tipe kelompok sosial adalah sebagai berikut.
- Kategori statistik, yaitu
pengelompokan atas dasar ciri tertentu yang sama, misalnya kelompok umur.
- Kategori sosial, yaitu kelompok
individu yang sadar akan ciri-ciri yang dimiliki bersama, misalnya HMI
(Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia).
- Kelompok sosial, misalnya
keluarga batih (nuclear family)
- Kelompok tidak teratur, yaitu
perkumpulan orang-orang di suatu tempat pada waktu yang sama karena adanya
pusat perhatian yang sama. Misalnya, orang yang sedang menonton sepak
bola.
- Organisasi Formal, yaitu
kelompok yang sengaja dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditentukan
terlebih dahulu, misalnya perusahaan.
2.
Kelompok Sosial dipandang dari Sudut Individu
Pada
masyarakat yang kompleks, biasanya setiap manusia tidak hanya mempunyai satu
kelompok sosial tempat ia menjadi anggotanya. Namun, ia juga menjadi anggota
beberapa kelompok sosial sekaligus. Terbentuknya kelompok-kelompok sosial ini
biasanya didasari oleh kekerabatan, usia, jenis kelamin, pekerjaan atau
kedudukan. Keanggotaan masing-masing kelompok sosial tersebut akan memberikan
kedudukan dan prestise tertentu. Namun yang perlu digarisbawahi adalah sifat
keanggotaan suatu kelompok tidak selalu bersifat sukarela, tapi ada juga yang
sifatnya paksaan. Misalnya, selain sebagai anggota kelompok di tempatnya
bekerja, Pak Tomo juga anggota masyarakat, anggota perkumpulan bulu tangkis,
anggota Ikatan Advokat Indonesia, anggota keluarga, anggota Paguyuban
masyarakat Jawa dan sebagainya.
3.
In-Group dan Out-Group
Sebagai
seorang individu, kita sering merasa bahwa aku termasuk dalam bagian kelompok
keluargaku, margaku, profesiku, rasku, almamaterku, dan negaraku. Semua
kelompok tersebut berakhiran dengan kepunyaan “ku”. Itulah yang dinamakan
kelompok sendiri (In group) karena aku termasuk di dalamnya. Banyak
kelompok lain dimana aku tidak termasuk keluarga, ras, suku bangsa, pekerjaan,
agama dan kelompok bermain. Semua itu merupakan kelompok luar (out group)
karena aku berada di luarnya.
In-group dan out-group dapat dijumpai di semua masyarakat,
walaupun kepentingan-kepentingannya tidak selalu sama. Pada masyarakat primitif
yang masih terbelakang kehidupannya biasanya akan mendasarkan diri pada
keluarga yang akan menentukan kelompok sendiri dan kelompok luar seseorang.
Jika ada dua orang yang saling tidak kenal berjumpa maka hal pertama yang
mereka lakukan adalah mencari hubungan antara keduanya. Jika mereka dapat
menemukan adanya hubungan keluarga maka keduanya pun akan bersahabat karena
keduanya merupakan anggota dari kelompok yang sama. Namun, jika mereka tidak
dapat menemukan adanya kesamaan hubungan antaa keluarga maka mereka adalah
musuh sehingga merekapun bereaksi.
Pada
masyarakat modern, setiap orang mempunyai banyak kelompok sehingga mungkin saja
saling tumpang tindih dengan kelompok luarnya. Siswa lama selalu memperlakukan
siswa baru sebagai kelompok luar, tetapi ketika berada di dalam gedung olahraga
mereka pun bersatu untuk mendukung tim sekolah kesayangannya.
4.
Kelompok Primer (Primary Group) dan Kelompok Sekunder (Secondary Group)
Menurut
Charles Horton Cooley, kelompok primer adalah kelompok-kelompok yang
ditandai dengan ciri-ciri saling mengenal antara anggota-anggotanya serta kerja
sama yang erat yang bersifat pribadi. Sebagai salah satu hasil hubungan yang
erat dan bersifat pribadi tadi adalah adanya peleburan individu-individu ke
dalam kelompok-kelompok sehingga tujuan individu menjadi tujuan kelompok juga.
Oleh karena itu hubungan sosial di dalam kelompok primer berisfat informal
(tidak resmi), akrab, personal, dan total yang mencakup berbagai aspek
pengalaman hidup seseorang.
Di
dalam kelompok primer, seperti: keluarga, klan, atau sejumlah sahabat, hubungan
sosial cenderung bersifat santai. Para anggota kelompok saling tertarik satu
sama lainnya sebagai suatu pribadi. Mereka menyatakan harapan-harapan, dan
kecemasan-kecemasan, berbagi pengalaman, mempergunjingkan gosip, dan saling
memenuhi kebutuhan akan keakraban sebuah persahabatan.
Di
sisi lain, kelompok sekunder adalah kelompok-kelompok besar yang terdiri atas
banyak orang, antara dengan siapa hubungannya tida perlu berdasarkan pengenalan
secara pribadi dan sifatnya juga tidak begitu langgeng. Dalam kelompok
sekunder, hubungan sosial bersifat formal, impersonal dan segmental (terpisah),
serta didasarkan pada manfaat (utilitarian). Seseorang tidak berhubungan
dengan orang lain sebagai suatu pribadi, tetapi sebagai seseorang yang
berfungsi dalam menjalankan suatu peran. Kualitas pribadi tidak begitu penting,
tetapi cara kerjanya.
5.
Paguyuban (Gemeinschaft) dan Patembayan (Gesellschaft)
Konsep
paguyuban (gemeinschaft) dan patembayan (gesellschaft)
dikemukakan oleh Ferdinand Tonnies. Pengertian paguyuban adalah suatu
bentuk kehidupan bersama, di mana anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin
yang murni dan bersifat alamiah, serta kekal. Dasar hubungan tersebut adalah
rasa cinta dan rasa kesatuan batin yang memang telah dikodratkan. Bentuk
paguyuban terutama akan dijumpai di dalam keluarga, kelompok kekerabatan, rukun
tetangga, dan sebagainya. Secara umum ciri-ciri paguyuban adalah:
- Intimate, yaitu hubungan yang bersifat menyeluruh dan mesra
- Private, yaitu hubungan yang bersifat pribadi
- Exclusive, yaitu hubungan tersebut hanyalah untuk “kita” saja dan
tidak untuk orang lain di luar “kita”
Di
dalam setiap masyarakat selalu dapat dijumpai salah satu di antara tiga tipe
paguyuban berikut.
- Paguyuban karena ikatan darah (gemeinschaft
by blood), yaitu gemeinschaft atau paguyuban yang merupakan
ikatan yang didasarkan pada ikatan darah atau keturunan. Misalnya keluarga
dan kelompok kekerabatan.
- Paguyuban karena tempat (gemeinschaft
of place), yaitu suatu paguyuban yang terdiri atas orang-orang yang
berdekatan tempat tinggal sehingga dapat saling tolong-menolong. Misalnya
kelompok arisan, rukun tetangga.
- Paguyuban karena jiwa pikiran (gemeinschaft
of mind), yaitu paguyuban yang terdiri atas orang-orang yang walaupun
tidak mempunyai hubungan darah ataupun tempat tinggalnya tidak berdekatan,
akan tetapi mereka mempunyai jiwa, pikiran, dan ideologi yang sama. Ikatan
pada paguyuban ini biasanya tidak sekuat paguyuban karena darah atau
keturunan.
Sebaliknya,
patembayan (gesellschaft) adalah ikatan lahir yang bersifat pokok untuk
jangka waktu tertentu yang pendek. Patembayan bersifat sebagai suatu bentuk
dalam pikiran belaka (imaginary) serta strukturnya bersifat mekanis
seperti sebuah mesin. Bentuk gesellschaft terutama terdapat di
dalam hubungan perjanjian yang bersifat timbal balik. Misalnya, ikatan
perjanjian kerja, birokrasi dalam suatu kantor, perjanjian dagang, dan
sebagainya.
Ciri-ciri
hubungan paguyuban dengan patembayan dapat diketahui dari tabel berikut:
Paguyuban
|
Patembayan
|
Personal
Informal
Tradisional
Sentimental
Umum
|
Impersonal
Formal,
kontraktul
Utilitarian
Realistis,
“ketat”
Khusus
|
6.
Formal Group dan Informal Group
Menurut
Soerjono Soekanto, formal group adalah kelompok yang mempunyai peraturan yang
tegas dan sengaja diciptakan oleh anggota-anggotanya untuk mengatur hubungan
antar sesamanya. Kriteria rumusan organisasi formal group merupakan keberadaan
tata cara untuk memobilisasikan dan mengoordinasikan usaha-usaha demi
tercapainya tujuan berdasarkan bagian-bagian organisasi yang bersifat khusus.
Organisasi
biasanya ditegakkan pada landasan mekanisme administratif. Misalnya, sekolah
terdiri atas beberapa bagian, seperti kepala sekolah, guru, siswa, orang tua
murid, bagian tata usaha dan lingkungan sekitarnya. Organisasi seperti itu
dinamakan birokrasi. Menurut Max Weber, organisasi yang didirikan secara
birokrasi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
- Tugas organisasi didistribusikan
dalam beberapa posisi yang merupakan tugas-tugas jabatan.
- Posisi dalam organisasi terdiri
atas hierarki struktur wewenang.
- Suatu sistem peraturan
memengaruhi keputusan dan pelaksanaannya.
- Unsur staf yang merupakan
pejabat, bertugas memelihara organisasi dan khususnya keteraturan
organisasi.
- Para pejabat berharap agar
hubungan atasan dengan bawahan dan pihak lain bersifat orientasi
impersonal.
- Penyelenggaraan kepegawaian
didasarkan pada karier.
Sedangkan
pengertian informal group adalah kelompok yang tidak mempunyai struktur dan
organisasi yang pasti. Kelompok-kelompok tersebut biasanya terbentuk karena
pertemuan-pertemuan yang berulang kali. Dasar pertemuan-pertemuan tersebut
adalah kepentingan-kepentingan dan pengalaman-pengalaman yang sama. Misalnya
klik (clique), yaitu suatu kelompok kecil tanpa struktur formal yang
sering timbul dalam kelompok-kelompok besar. Klik tersebut ditandai dengan
adanya pertemuan-pertemuan timbal balik antaranggota yang biasanya hanya
“antarakita” saja.
7.
Membership Group dan Reference Group
Mengutip
pendapat Robert K Merton, bahwa membership group adalah suatu
kelompok sosial, di mana setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok
tersebut. Batas-batas fisik yang dipakai untuk menentukan keanggotaan seseorang
tidak dapat ditentukan secara mutlak. Hal ini disebabkan perubahan-perubahan
keadaan. Situasi yang tidak tetap akan memengaruhi derajat interaksi di dalam
kelompok tadi sehingga adakalanya seorang anggota tidak begitu sering berkumpul
dengan kelompok tersebut walaupun secara resmi dia belum keluar dari kelompok
itu.
Reference
group adalah kelompok sosial yang menjadi
acuan seseorang (bukan anggota kelompok) untuk membentuk pribadi dan
perilakunya. Dengan kata lain, seseorang yang bukan anggota kelompok sosial
bersangkutan mengidentifikasikan dirinya dengan kelompok tadi. Misalnya,
seseorang yang ingin sekali menjadi anggota TNI, tetapi gagal memenuhi
persyaratan untuk memasuki lembaga pendidikan militer. Namun, ia bertingkah
laku layaknya seorang perwira TNI meskipun dia bukan anggota TNI.
8.
Kelompok Okupasional dan Volunteer
Pada
awalnya suatu masyarakat, menurut Soerjono Soekanto, dapat melakukan berbagai
pekerjaan sekaligus. Artinya, di dalam masyarakat tersebut belum ada pembagian
kerja yang jelas. Akan tetapi, sejalan dengan kemajuan peradaban manusia,
sistem pembagian kerja pun berubah. Salah satu bentuknya adalah masyarakat itu
sudah berkembang menjadi suatu masyarakat yang heterogen. Pada masyarakat
seperti ini, sudah berkembang sistem pembagian kerja yang didasarkan pada
kekhususan atau spesialisasi. Warga masyarakat akan bekerja sesuai dengan
bakatnya masing-masing. Setelah kelompok kekerabatan yang semakin pudar
fungsinya, muncul kelompok okupasional yang merupakan kelompok terdiri atas
orang-orang yang melakukan pekerjaan sejenis. Kelompok semacam ini sangat besar
peranannya di dalam mengarahkan kepribadian seseorang terutama para anggotanya.
Sejalan
dengan berkembangnya teknologi komunikasi, hampir tidak ada masyarakat yang
tertutup dari dunia luar sehingga ruang jangkauan suatu masyarakatpun semakin
luas. Meluasnya ruang jangkauan ini mengakibatkan semakin heterogennya
masyarakat tersebut. Akhirnya tidak semua kepentingan individual warga
masyarakat dapat dipenuhi.
Akibatnya
dari tidak terpenuhinya kepentingan-kepentingan masyarakat secara keseluruhan,
muncullah kelompok volunteer. Kelompok ini mencakup orang-orang yang
mempunyai kepentingan sama, namun tidak mendapatkan perhatian masyarakat yang
semakin luas jangkauannya tadi. Dengan demikian, kelompok volunteer
dapat memenuhi kepentingan-kepentingan anggotanya secara individual tanpa
mengganggu kepentingan masyarakat secara luas.
Beberapa
kepentingan itu antara lain:
- Kebutuhan akan sandang, pangan
dan papan
- Kebutuhan akan keselamatan jiwa
dan harta benda
- Kebutuhan akan harga diri
- Kebutuhan untuk mengembangkan
potensi diri
- Kebutuhan akan kasih sayang
E.
Kelompok Sosial yang Tidak Teratur
1.
Kerumunan (Crowd)
Kerumunan
adalah sekelompok individu yang berkumpul secara kebetulan di suatu tempat pada
waktu yang bersamaan. Ukuran utama adanya kerumunan adalah kehadiran
orang-orang secara fisik. Sedikit banyaknya jumlah kerumunan adalah sejauh mata
dapat melihat dan selama telingan dapat mendengarkannya. Kerumunan tersebut
segera berakhir setelah orang-orangnya bubar. Oleh karena itu, kerumunan
merupakan suatu kelompok sosial yang bersifat sementara (temporer).
Secara
garis besar Kingsley Davis membedakan bentuk kerumunan menjadi:
a.
Kerumunan yang berartikulasi dengan struktur sosial
Kerumunan
ini dapat dibedakan menjadi:
1)
Khalayak penonton atau pendengar formal (formal audiences), merupakan
kerumunan yang mempunyai pusat perhatian dan tujuan yang sama. Misalnya,
menonton film, mengikuti kampanye politik dan sebagainya.
2)
Kelompok ekspresif yang telah direncanakan (planned expressive group),
yaitu kerumunan yang pusat perhatiannya tidak begitu penting, akan tetapi
mempunyai persamaan tujuan yang tersimpul dalam aktivitas kerumunan tersebut.
b.
Kerumunan yang bersifat sementara (Casual Crowd)
Kerumunan
ini dibedakan menjadi:
1)
Kumpulan yang kurang menyenangkan (inconvenient aggregations).
Misalnya, orang yang sedang antri tiket, orang-orang yang menunggu kereta.
2)
Kumpulan orang-orang yang sedang dalam keadaan panik (panic crowds),
yaitu orang-orang yang bersama-sama berusaha untuk menyelamatkan diri dari
bahaya. Dorongan dalam diri individu-individu yang berkerumun tersebut
mempunyai kecenderungan untuk mempertinggi rasa panik. Misalnya, ada kebakaran
dan gempa bumi.
3)
Kerumunan penonton (spectator crowds), yaitu kerumunan yang terjadi
karena ingin melihat kejadian tertentu. Misalnya, ingin melihat korban lalu
lintas.
c.
Kerumunan yang berlawanan dengan norma-norma hukum (Lawless Crowd)
Kerumunan
ini dibedakan menjadi:
1)
Kerumunan yang bertindak emosional (acting mobs), yaitu kerumunan yang
bertujuan untuk mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan kekuatan fisik yang
bertentangan dengan norma-norma yang berlaku. Misalnya aksi demonstrasi dengan
kekerasan.
2)
Kerumunan yang bersifat immoral (immoral crowds), yaitu kerumunan yang
hampir sama dengan kelompok ekspresif. Bedanya adalah bertentangan dengan
norma-norma masyarakat. Misalnya, orang-orang yang mabuk.
2.
Publik
Berbeda
dengan kerumunan, publik lebih merupakan kelompok yang tidak merupakan
kesatuan. Interaksi terjadi secara tidak langsung melalui alat-alat komunikasi,
seperti pembicaraan pribadi yang berantai, desas-desus, surat kabar, televisi,
film, dan sebagainya. Alat penghubung semacam ini lebih memungkinkan suatu
publik mempunyai pengikut-pengikut yang lebih luas dan lebih besar. Akan
tetapi, karena jumlahnya yang sangat besar, tidak ada pusat perhatian yang
tajam sehingga kesatuan juga tidak ada.
F.
Masyarakat Setempat (Community)
Masyarakat
setempat adalah suatu masyarakat yang bertempat tinggal di suatu wilayah (dalam
arti geografis) dengan batas-batas tertentu. Faktor utama yang menjadi dasarnya
adalah interaksi yang lebih besar di antara anggota dibandingkan dengan
interaksi penduduk di luar batas wilayahnya.
Secara
garis besar masyarakat setempat berfungsi sebagai ukuran untuk menggaris bawahi
kedekatan hubungan antara hubungan sosial dengan suatu wilayah geografis
tertentu. Akan tetapi, tempat tinggal tertentu saja belum cukup untuk membentuk
suatu masyarakat setempat. Hal ini masih dibutuhkan adanya perasaan komunitas (community
sentiment).
Beberapa
unsur komunitas adalah:
1.
Seperasaan
Unsur
perasaan akibat seseorang berusaha untuk mengidentifikasikan dirinya dengan
sebanyak mungkin orang dalam kelompok tersebut. Akibatnya, mereka dapat
menyebutnya sebagai “kelompok kami” atau “perasaan kami”.
2.
Sepenanggunan
Setiap
individu sadar akan peranannya dalam kelompok dan keadaan masyarakat sendiri
memungkinkan peranannya dalam kelompok.
3.
Saling memerlukan
Individu
yang bergabung dalam masyarakat setempat merasakan dirinya tergantung pada
komunitas yang meliputi kebutuhan fisik maupun biologis.
Untuk
mengklasifikasikan masyarakat setempat, dapat digunakan empat kriteria yang
saling berhubungan, yaitu:
- Jumlah penduduk
- Luas, kekayaan, dan kepadatan
penduduk
- Fungsi-fungsi khusus masyarakat
setempat terhadap seluruh masyarakat
- Organisasi masyarakat yang
bersangkutan
2.4
Perbedaan
dan Persamaan Organisme, komunita, kelompok sosial
Kelompok : adalah merupakan sekumpulan atau gabungan baik itu suatu
benda atau barang, hewan maupun manusia dalam suatu wadah tertentu.
Organisasi : adalah sekumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan yang
sama dalam suatu wadah tertentu dan biasanya bersifat formal serta bernaungan
hukum.
Komunitas : adalah sekumpulan orang-orang yang mempunyai
kesamaan seperti sifat, hobi dan lain-lain. Biasanya bersifat informal,
cenderung bebas dan tidak mempunyai tujuan yang jelas atau sekedar ekspresi
jiwa, tergantung chemistry anggota-anggotanya.
v Kelompok
adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu
sama lain untuk mencapai tujuan bersama
v Komunitas
adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan,
umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama.
Dalam sosiologi, konsep komunitas telah memicu perdebatan bermakna, dan
para sosiolog belum mencapai kesepakatan tentang suatu definisi dari istilah
tersebut. Ada sembilanpuluh-empat definisi diskrit istilah tersebut hinggan
pertengahan 950-an. Secara tradisional suatu "komunitas" telah
didefinisikan sebagai suatu kelompok orang yang hidup berinteraksi di suatu
lokasi umum. Kata ini sering digunakan untuk merujuk kepada sutau kelompok yang
"diorganisasikan" sekitar nilai-nilai bersama dan dikaitkan dengan
kohesi sosial dalam suatu lokasi geografis bersama, umumnya dalam unit sosial
yang lebih besar daripada sebuah rumahtangga. Kata ini juga dapat merujuk
kepada komunitas nasional atau komunitas internasional.
v Organisasi komunitas: merangkum mulai dari keluarga
atau jaringan kekerabatan tak-resmi, hingga ke asosiasi terkorporasi lebih
resmi, struktur pengambilan keputusan politik, usahaniaga ekonomik, atau
asosiasi profesional pada suatu skala kecil, nasional ataupun skala
internasional.
Ø KESIMPULAN
:
Komunitas
adalah suatu kelompok yang "diorganisasikan" atau
"terorganisir," dari skala kecil hingga skala besar, mulai masyarakat
lingkungan sekitar hingga skala internasional.
Organisasi yang mengatur suatu komunitas, disebut "organisasi komunitas."
Organisasi memiliki pengurus dan peraturan, dan peraturan tersebut dinamakan AD dan ART organisasi. AD (Anggaran Dasar) untuk peraturan pokok, dan ART (Anggaran RumahTangga) untuk peraturan lebih rinci.
Organisasi yang mengatur suatu komunitas, disebut "organisasi komunitas."
Organisasi memiliki pengurus dan peraturan, dan peraturan tersebut dinamakan AD dan ART organisasi. AD (Anggaran Dasar) untuk peraturan pokok, dan ART (Anggaran RumahTangga) untuk peraturan lebih rinci.
2.5
Contoh -
Contoh Prilaku Organisme, komunita, kelompok sosial dalam kehidupan sehari
–hari
v Contoh-contoh Prilaku Kelompok
Sosial :
Berikut ini ada
beberapa contoh kelompok sosial yang ada di masyarakat, apabila anda disuruh
menyebutkan contoh kelompok sosial yang ada di masyarakat, sebaiknya anda kasih
tambahan berupa daerahnya, misal saja kelompok sosial ibu ibu pkk, anda tambah
tu, jadi kelompok sosial ibu ibu pkk desa anda. Sehingga lebih jelas,
begitu juga dengan contoh yang lainnya. Dan yang saya sebutkan di bawah ini
hanyalah contoh dan hanya fiktif belaka, di dunia nyata saya ngak tau
komunitasnya ada atau ngak.
- Kelompok
Sepeda Onthel Yogyakarta
- Remaja
Masjid
- Karang
Taruna
- Kelompok
Ronda Malam Minggu
- Kelompok
Pecinta Ular
- Kelompok
Sosial Arisan ibu ibu Minggu Wage
- Ibu
ibu PKK
- Persatuan
Ojek Desa Ular Panjang
- Kelompok
Futsal Ibu ibu
- Kelompok
Sosial Peduli Bersama
- Kelompok
Relawan Dengan Senang Hati
v
Contoh-contoh prilaku Organisasi dalam perilaku
sehari-hari :
- Organisasi Politik
- Organisasi Sosial
- Organisasi Mahasiswa
- Organisasi Olahraga
- Organisasi Sekolah
- Organisasi Negara
- Organisasi Pemuda
- Organisasi Agama
v
Contoh-contoh prilaku Komunitas dalam perilaku
sehari-hari :
1. Komunitas
Pecinta Musang
2. Komunitas
Pecinta Alam
3. Komunitas
Motor Balap
4. Komunitas
Mobil Ferari
5. Komunitas
Mahasiswa/I Kreatif
DAFTAR PUSTAKA :
http://www.scribd.com/doc/65049667/Konsep-Komunitas-Dan-Masyarakat-Dalam-Perspektif-Sosiologi#scribd
“Pengertian, Definisi dan Arti Organisasi - Organisasi
Formal dan Informal - Belajar Online Lewat Internet Ilmu Manajemen”
http://organisasi.org pengertian_definisi_dan_arti_organisasi_organisasi_formal_dan_informal_belajar_online_lewat_internet_ilmu_manajemen)
http://organisasi.org pengertian_definisi_dan_arti_organisasi_organisasi_formal_dan_informal_belajar_online_lewat_internet_ilmu_manajemen)
Adi,
Isbandi Rukminto. 2001. Pemberdayaan, Pengembangan Masyarakat dan Intervensi
komunitas: Pengantar pada Pemikiran dan Pendekatan Praktis. Lembaga
Penerbit FE-UI. Jakarta.
http://zoehrie.blogspot.com/2008/02/arti-komunitas.html
( 17.05: 9/3/2010)
Horton, Paul B.
dan Hunt, Chester L. 1987. Sosiologi Jilid 1 Edisi ke-6. Terjemahan
Aminuddin Ram dan Tita Sobari. Penerbit
Erlangga. Jakarta.
Soekanto, Soerjono. 1990. Sosiologi Suatu Pengantar. PT
Radja Grafindo. Jakarta.
Soenarto, Kamanto. 2001. Pengantar Sosiologi. Edisi ke-2.
Lembaga Penerbit FE-UI, Jakarta.
Wojowasito S. 1999. Kamus Bahasa Indonesia. Penerbit CV
Pengarang, Malang.
www.vaninadelobelle.com, Corporate
Community Management by Vanina Delobelle, PhD, May 2008
Terimakasih.. tulisannya sangat bermanfaat..
BalasHapusMy blog